Program Tanggap Bencana Juara - Jabar Resiliance Culture Province

September 26, 2019

 

Dalam program Tanggal Bencana Juara, pemerintah memiliki sarana Jabar Resiliance Culture Province (JRCP) untuk upaya manajemen risiko bencana dilakukan di Jawa Barat sampai tingkatan paling tinggi yaitu resilient. Ruang lingkup JRCP mencakup seluruh fase dalam siklus penanggulangan bencana. Pada masa pra bencana yaitu pencegahan dan mitigasi, serta kesiapsiagaan pada saat bencana terjadi yakni tanggap darurat dan pasca bencana yakni tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

 

Pengukuran perkembangan ketangguhan  pada JRP menggunakan indikator-indikator ketangguhan yang berasal dari pemerintah maupun masyarakat. Peningkatan kapasitas diukur melalui Indeks Resilensi masyarakat dan pengurangan risiko bencana diukur dengan menggunakan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI).

 

Agenda utama dari program tanggap bencana juara adalah mewujudkan jawa barat sebagai provinsi dengan kultur ketangguhan dalam menghadapi bencana melalui JRCP.

 

Tujuan utama dari program tanggap bencana juara adalah menanamkan budaya pengurangan risiko bencana dan meningkatkan ketangguhan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan masyarakat dalam menghadapi bencana di jawa barat.

 

Berdasarkan data pendukung peta sebaran rawan benca gempa bumi dan tanah longsor dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Provinsi Jawa Barat titik sebaran rawan longsor ditandai dengan segitiga merah, wilayah Tasikmalaya, Garut dan Sumedang memiliki beberapa titik rawan longsor. Daerah rawan gempa ditandai dengan peta berwarna ungu yang melintang dibeberapa kabupaten dan kota. Wilayah Cianjur, Bandung Barat, Bandung, Sumedang dan Majalengka memiliki kerentanan rawan gempa.