Optimalisasi Potensi Desa Jawa Barat lewat program Desa Digital

September 26, 2019

 

Jawa Barat tidak hanya terdiri dari kawasan urban, namun juga daerah rural dengan berbagai potensi yang dimilikinya. 1175 desa di Jawa Barat, misalnya, adalah kawasan Desa Wisata, dan 3192 desa di Jawa Barat memiliki produk unggulan. Meskipun begitu, masih banyak di antara desa-desa berpotensi ini yang masih berindeks tertinggal*.

 

Padahal, dengan perkembangan teknologi yang saat ini sudah dinikmati warga yang tinggal di daerah urban dengan segala kemudahan yang ditawarkannya, seharusnya desa-desa ini juga dapat menikmati manfaat dari teknologi untuk memaksimalkan potensi masing-masing sehingga warganya dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.

 

Namun, untuk dapat mengaplikasikan teknologi tentu saja diperlukan infrastruktur dan kapasitas manusia yang memadai. Sementara, tingkat kesenjangan digital rural-urban di Jawa Barat cukup tinggi. Masih ada 17 desa yang bahkan tidak terjangkau sinyal seluler, 69 belum tersentuh jaringan internet, 269 hanya memiliki sinyal 2G, dan 2644 baru terjangkau jaringan 3G.

 

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Jabar Digital Service, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, dan Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat melalui inisiatif “Desa Digital” berusaha menjadikan pembangunan lebih inklusif dengan memastikan pemanfaatan teknologi dirasakan pula oleh masyarakat desa.

 

Mulai dari membantu memasang infrastruktur akses internet gratis bagi daerah yang belum terjangkau jaringan, pendampingan literasi digital dalam rangka memaksimalkan penggunaan media sosial dan platform digital lain untuk membantu ekonomi desa, sampai menggandeng mitra startup lokal untuk mengimplementasikan teknologi IoT untuk optimalisasi potensi desa.

 

Untuk mewujudkan visi Jawa Barat sebagai Provinsi Digital, tentu kita perlu turut membantu kawasan rural mencapai potensi maksimalnya melalui implementasi teknologi, sehingga Jabar bisa Juara secara optimal dan inklusif!