Masih Ada 47 Desa Kelurahan di Jawa Barat yang Fasilitas Buang Air Besarnya Tidak di Jamban

September 26, 2019

 

Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi merupakan salah satu variabel penyusun indeks pembangunan desa. Variabel infrastruktur air bersih dan sanitasi terdiri dari 3 indikator,antara lain: [1] Sumber air untuk minum; [2] Sumber air untuk mandi/cuci; dan [3] Fasilitas buang air besar.


Dilihat dari segi sumber air minum, Desa/Kelurahan di Jawa Barat yang menggunakan air kemasan bermerek sebagai sumber air minumnya baru mencapai 1% atau sebanyak 73 desa/kelurahan, sedangkan mayoritas sebesar 26% atau sebanyak 1.520 desa/ kelurahan menggunakan air isi ulang sebagai sumber air minumnya.


Sedangkan dari segi sumber air untuk mandi/cuci, Desa/Kelurahan di Jawa Barat yang menggunakan air ledeng dengan meteran (PAM/PDAM) sebagai sumber air mandi/cuci baru mencapai 11% atau sebanyak 648 desa/kel, sedangkan mayoritas sebesar 38% atau sebanyak 2.264 desa/kel menggunakan air sumur bor atau pompa sebagai sumber air untuk mandi/cucinya.


Pada bidang sanitasi tersisa 47 desa/kelurahan yang fasilitas tempat buang air besar sebagian keluarganya bukan jamban, sedangkan mayoritas yakni sebanyak 5.554 desa/kelurahan telah menggunakan jamban sendiri sebagai fasilitas tempat buang air besarnya. Mayoritas desa/kelurahan yang fasilitas tempat buang air besar sebagian besar keluarganya bukan jamban berada di Kabupaten Karawang, jumlahnya mencapai 12 desa/kelurahan.