1,752 Desa Kelurahan di Jawa Barat Dilintasi Sungai Tercemar Limbah

September 26, 2019

 

Berdasarkan Data Potensi Desa (PODES) Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 dari 5.957 desa di Jawa Barat, sebanyak 1.752 atau 29,41 persen desa/kelurahan yang tersebar di 442 kecamatan dilintasi air sungai yang telah tercemar limbah.


Dilihat dari sumber limbahnya, air sungai tercemar limbah diklasifikasikan kedalam 3 (tiga) sumber limbah, yaitu (1) Rumah Tangga, (2) Pabrik/Industri/Usaha dan Rumah Tangga serta (3) Pabrik/Industri/Usaha, Rumah Tangga dan lainnya.


Terdapat 63 persen Kabupaten/Kota atau 17 Kabupaten/Kota di Jawa Barat dilintasi sungai yang telah tercemar limbah yang berasal dari pabrik/industri/usaha, rumah tangga dan lainnya. Sedangkan 33 persen atau 9 Kabupaten/Kota lainnya tercemar limbah yang berasal dari pabrik/industri/usaha dan rumah tangga. Sedangkan 4 persen atau 1 Kota, yaitu kota Sukabumi tercemar limbah yang hanya bersumber dari rumah tangga.


Hal ini menunjukkan bahwa semua Kabupaten Kota di Jawa Barat dilintasi sungai yang telah tercemar dari ketiga jenis sumber limbah. Namun, ada hal lain terungkap bahwa di Kota Sukabumi hanya dilintasi sungai yang tercemar limbah berasal dari rumah tangga. Padahal, diketahui bahwa Kota Sukabumi memiliki cukup banyak pabrik/industri, yaitu per Juli 2019 terdapat 9.571 Industri terdiri dari 9.435 Industri Kecil Menengah (IKM) dan 136 Industri Besar (Sumber: Dinas Indag Jabar). Hal ini mengindikasikan bahwa Kota Sukabumi telah mampu menyelesaikan masalah limbah industi sehingga limbah industri tidak mencemari sungai. Sementara, kawasan industri paling banyak di berada di Kabupaten Bekasi dan Karawang, namun wilayah ini masih dilintasi sungai yang tercemar limbah yang bersumber dari pabrik/industri/usaha. Artinya, kawasan industri di Jawa Barat terutama di Bekasi dan Karawang masih terjadi kebocoran limbah.